Kajian Kondisi Eksisting Budidaya Kopi Robusta di Desa Bentenge Kabupaten Maros
Main Article Content
Abstract
Sulawesi Selatan merupakan salah satu sentra pengembangan jenis kopi arabika dan robusta, pengembangan komoditas kopi di Sulawesi Selatan cukup menyebar pada tiap-tiap kabupaten. Desa Bentenge merupakan salah satu sentra penanaman kopi Kabupaten Maros, dimana penanaman kopi telah lama puluhan tahun dilakukan dengan pengelolaan yang masih sangat tradisional sehingga produktifitasnya belumlah maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting dan permasalahan yang dihadapi petani dalam pembudidayaan kopi di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai November 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara mendalam dan observasi lapangan (ground check) terhadap kegiatan budidaya kopi yang dilakukan oleh petani seperti persiapan tanam, sumber bibit, pemangkasan, pembuatan rorak, pemupukan, penaungan dan pengelolaan OPT. Observasi lapangan terhadap teknik budidaya kopi dilakukan pada areal yang dipilih dengan menentukan 3 titik pengamatan yang mewakili hamparan kopi. Sementara untuk keperluan identifikasi klon kopi, dilakukan pendokumentasian dan pengumpulan sampel bagian tanaman yang menjadi penciri karakter morfologi kopi dengan cara penelusuran (transek) pada areal tanaman kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pengelolaan tanaman kopi di Desa Bentenge masih belum sesuai dengan prinsip Good Agriculture Practices (GAP) kopi, 2) ditemukan pula beberapa jenis klon kopi robusta yang berpotensi untuk dikelola dan dikembangkan untuk perbaikan mutu dan produksi kopi, 3) masih perlunya peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan tanaman kopinya