TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN POLA PERTUMBUHAN BIBIT IKAN LELE (Clarias gariepinus) DALAM KEPADATAN YANG BERBEDA PADA SISTEM BUDIKDAMBER
Main Article Content
Abstract
Tingkat Kelangsungan Hidup Dan Pola Pertumbuhan Bibit Ikan Lele (Clarias gariepinus) Dalam Kepadatan Yang Berbeda Pada Sistem Budikdamber. Dibimbing oleh Andi Liswahyuni dan Mapparimeng.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kelangsungan hidup dan pola pertumbuhan bibit ikan lele (Claria gariepinus) dalam kepadatan yang berbeda pada sistem budikdamber. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Maulya Fish Farm, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai pada Bulan Juni sampai Juli Tahun 2021.
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 3 set ember ukuran 60 liter, timbangan digital, penggaris, selang, termometer, DO meter, pH meter, blower, seser, baskom, alat tulis menulis dan kamera. Sedangkan bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: benih ikan lele, pakan pellet pf 500 dengan kandungan protein berkisaran 39-41% dan air. Hasil penelitian dihitung dengan menggunakan rumus kelangsungan hidup SR(%) = Nt/No x 100 dan pola pertumbuhan W = aLb agar persamaan menjadi persamaan yang linear, secara umum harus diubah menjadi nilai logaritma untuk variabel-variabelnya sehingga menjadi Log W = log a + b log L.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari ketiga ember dengan kepadatan yang berbeda ember A 50 ekor, ember B 25 ekor dan ember C 15 ekor, yang memiliki nilai Survival Rate tertinggi terdapat pada ember B 84%. Pola pertumbuhan bibit ikan lele dumbo yang dipelihara selama 40 hari dengan kepadatan yang berbeda pada media air yang bervolume sama dinyatakan allometrik negatif dimana nilai b < 3 menunjukkan ikan dengan kategori kurus, dimana pertambahan panjangnya lebih cepat dari pada pertambahan beratnya.