PERAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT PESISIR DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan teknostruktur terhadap pengembangan kawasan minapolitan rumput laut dan untuk mengetahui peran kelembagaan masyarakat terhadap pengembangan kawasan minapolitan rumput laut.
Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu pada bulan Juli sampai Agustus 2019, yang bertempat di Desa Ampekalle, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Menentukan lokasi penelitian dilakukan secara segaja (purpossive) pada daerah yang memungkinkan untuk melakukan studi mendalam tentang pengaruh teknostruktur dan peran kelembagaan masyarakat pesisir terhadap pengembangan kawasan minapolitan. Jenis penelitian adalah penelitian eksploratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif sebagai pendekatan utama (qualitatitive dominant). Strategi penelitian adalah studi kasus.
Hasil penelitian adalah 1). Keterkaitan teknostruktur terhadap pengembangan kawasan minapolitan hanya berpengaruh pada komunitas pembudidaya rumput laut, sementara untuk pelaku usaha pasca produksi belum melahirkan diversifikasi olahan rumput laut, supporting pemerintah dalam pembangunan infrastruktur masih sangat minim dalam kaitannya sebagai kawasan sentra produksi dan pengelohan serta pemasaran; 2). Peran kelembagaan formal khususnya koperasi belum melembaga dalam pengembangan kawasan minapolitan, untuk kelembagaan non formal hanya bergerak dalam kegiatan pemasaran. Sehingga kelembagaan formal maupun non formal belum sepenuhnya mendukung pengembangan minapolitan.